Article Review: The Proteus Effect (Nick yee & Jeremy Bailenson)

Published by KSM Eka Prasetya UI on

Article Review: The Proteus Effect (Nick yee & Jeremy Bailenson)

Perubahan persepsi dan tingkah laku individu sesuai representasi digitalnya (avatar) dalam virtual reality (VR). Nama Proteus berasal dari dewa laut Yunani yang bisa berubah wujud, merefleksikan sifat air yang mudah berubah.

Dasar Teori

Behavioral confirmation

Proses perubahan tingkah laku seseorang akibat adanya ekspektasi orang lain. Contohnya, perempuan yang diekspektasikan ‘pintar’ akan berperilaku pintar pula.

Social identity model of deindividuation effects (SIDE)

Kecenderungan tingkah laku seseorang akibat adanya penyesuaian dengan identitas sosialnya. Contohnya, perlakuan sipir kepada narapidana lebih agresif dibandingkan perlakuan perawat kepada narapidana karena adanya perbedaan identitas sosial yang mereka jalani.

Hubungan Dasar Teori dan Efek Proteus

Adanya ekspektasi kepada seseorang dan proses penyesuaian dengan identitas baru akan menyebabkan perubahan tingkah laku dalam VR.

Cara Mengetahui Efek Proteus

Agar mengetahui keabsahan konstruk1 efek Proteus maka diperlukan sebuah variabel. Variabel yang digunakan adalah tinggi badan. Ini dipakai sebab adanya persepsi orang secara umum terhadap orang yang tinggi. Semisal, orang yang tinggi dipersepsi sebagai orang yang kompeten (Young & French, 1996 dalam Yee & Bailenson, 2007).

1Konstruk adalah konsep psikologis. Contohnya, inteligensi, kepribadian, motivasi, dll.

Prosedur

  1. Pada studi dua1, partisipan dipilih secara acak (randomisasi) untuk ditetapkan memiliki avatar yang tinggi (kondisi 1), avatar dengan tinggi rata-rata (kondisi 2), dan avatar yang pendek (kondisi 3).
  • Partisipan mengetahui tampilan avatarnya dengan sebuah cermin.
  • Setelah itu, partisipan bertemu dengan confederate2.

1Penelitian ini memiliki dua studi untuk mengetahui keberadaan efek Proteus. Dua studi dalam penelitian menghasilkan kesimpulan yang serupa.

2confederate adalah seseorang yang terlihat sebagai partisipan namun aslinya terlibat bersama dengan peneliti.

  • Partisipan akan bermain ultimatum game dan dilihat apakah partisipan menerima pembagian yang tidak adil dari ketiga kondisi.

Keterangan ultimatum game:

Dalam permainan ini, partisipan dan confederate bergiliran mendapatkan kesempatan untuk membagi sejumlah uang. Satu orang melakukan pembagian uang. Bila pembagiannya diterima, hasil pembagian uang akan diterima. Bila pembagiannya ditolak, partisipan dan confederate tidak akan mendapatkan uang hasil pembagiannya.

Hipotesis

Individu dengan avatar yang tinggi akan lebih percaya diri dan berani membuat negosiasi pembagian uang yang tidak adil dibandingkan individu dengan avatar yang lebih pendek

Gambaran Penelitian

Gambar 1. Partisipan memandang avatarnya dengan sebuah cermin

Gambar 2. Partisipan berhadapan dengan confederate

Hasil

Persentase penerimaan pembagian yang tidak adil.

Avatar yang tinggi (kondisi 1) = 31%

Avatar dengan tinggi rata-rata (kondisi 2) = 38%

Avatar yang pendek (kondisi 3) = 72%

Penemuan dari hasil negosiasi di ultimatum game dalam VR mendukung adanya efek Proteus.

Studi Lanjutan Terkait Efek Proteus

Dalam studi lanjutan oleh Yee et al. (2009), adanya pemaparan partisipan terhadap ultimatum game dalam VR menghasilkan carry-over effect 1 terkait kemampuan bernegosiasi di dunia nyata.

Carry-over effect ini tampak pula di sebuah penelitian mengenai perbandingan terapi VR dan exposure therapy yang berfungsi menghilangkan gangguan kecemasan (Carl et al., 2019). Hasil yang didapatkan dari kedua jenis terapi menghasilkan efek yang serupa mengobati gangguan kecemasan.

1Carry over effect = efek yang bertahan akibat diberikannya sebuah perlakuan.

Referensi

Carl, E., Stein, A. T., Levihn-Coon, A., Pogue, J. R., Rothbaum, B., Emmelkamp, P., … & Powers, M. B. (2019). Virtual reality exposure therapy for anxiety and related disorders: A meta-analysis of randomized controlled trials. Journal of anxiety disorders61, 27-36.

Yee, N., & Bailenson, J. (2007). The Proteus effect: The effect of transformed self-representation on behavior. Human communication research33(3), 271-290.

Yee, N., Bailenson, J. N., & Ducheneaut, N. (2009). The Proteus effect: Implications of transformed digital self-representation on online and offline behavior. Communication Research36(2), 285-312.

ilustrator: Fatin Zulkhair (Wakil Kepala Departemen Hubungan Masyarakat, FMIPA 2017)
editor: Prilyana Fajria Imawati (Kepala Departemen Hubungan Masyarakat, FKM 2017)

Salam,
KSM Eka Prasetya UI
Bernalar Membangun Negeri