Produk Unggulan

Selamat datang dan selamat menikmati karya kami!

Research Camp

Research Camp merupakan program unggulan kami yang berisikan pengabdian masyarakat sekaligus penelitian. Silakan klik ikon di atas untuk membaca publikasi hasil pengabdian serta penelitian kami

KajianCUK

KajianCuk adalah tulisan-tulisan yang mengkaji mengenai berbagai hal yang terjadi di Indonesia maupun luar negeri. Tulisan tersebut kami ciptakan secara kritis dan ilmiah demi kebangkitan nalar mahasiswa. Yuk klik ikon di atas atau scroll ke bawah untuk membaca KajianCuk terbaru

KSMeneliti

KSMeneliti ialah hasil penelitian kami mengenai fenomena-fenomena dalam hidup melalui berbagai metode yang disertai dengan solusi alternatif. Mari klik ikon di atas untuk membaca hasil penelitian-penelitian kami

Publikasi Terbaru

Selamat membaca publikasi terbaru kami!

Ada dan Tiada: Kematian dalam Budaya Toraja

Kematian selalu dianggap sebagai akhir dari kehidupan manusia, namun bagi orang Toraja, kematian bukanlah akhir dari segalanya. Suku Toraja melihat akhir dari bentuk jasmani sebagai bagian dari hal sosial yang lebih besar. Mereka mewujudkannya dalam bentuk upacara pemakaman yang dinamakan Rambu Solo’ yang dapat berlangsung bertahun-tahun setelah seseorang wafat dan diadakan penuh kemewahan. Meski begitu, bukan berarti orang Toraja tidak berduka, justru karena kematian dianggap sebagai pusat kehidupan sehingga menjadi aspek yang paling terlihat di Tana Toraja. Sebelum Rambu Solo’ berlangsung, jenazah tidak langsung dimakamkan melainkan hanya dianggap sebagai tomakula’ (orang yang sakit) atau to mama (orang yang sedang tidur) dan mereka tetap dianggap sebagai anggota keluarga. Tubuh jasmani jenazah tersebut merupakan perwujudan eksistensi, yang berarti walaupun mendiang saat ini hanya menyisakan tubuh jasmaninya saja, hal ini tidak serta merta menghilangkan eksistensi mereka dan dampak sosial terhadap sekitarnya.

Menerka Keberadaan Multisemesta

Gagasan tentang realitas dan multisemesta adalah ide yang tidak akan pernah mati. Ketika orang-orang dulu mungkin hanya bisa berkontemplasi tentang itu, sekarang kita acapkali menuangkannya dalam berbagai karya fiksi sains. Akan tetapi, karya fiksi tidak selalu benar-benar fiksi. Terkadang, di dalamnya juga terdapat unsur-unsur yang berdasarkan pada teori fisika atau dengan kata lain, fiksi yang terinspirasi oleh realitas. Terbagi menjadi empat (4) jenis level kemungkinan, pada level satu (1) semesta dipercaya terus mengembang dan bertambah besar menjadi ruang tanpa ujung, level dua (2) semesta diibaratkan gelembung-gelembung yang tersusun sebagai akibat dari inflasi kosmik, level tiga (3) yang mana setiap keputusan yang kita ambil akan terpecah lagi menjadi suatu kejadian baru pada waktu bersamaan, dan terakhir, level empat (4) eksisnya semesta lain dengan hukum matematika dan fisika yang independen dan sangat berbeda dengan semesta yang kita tinggali sekarang. Hingga kini, pembuktian multisemesta tentu saja jauh dari kata mudah. Pemahaman para ilmuwan masih sangat berbeda-beda dan belum menemukan titik tengah, terutama karena teknologi kita yang terbatas. Kendatipun, bukan berarti enigma ini tidak akan terjawab oleh umat manusia.

Yuk Kenalan!

Hubungi kami melalui

Email: ksmekaprasetyaui@gmail.com

Instagram: @ksmepui

OA Line: @cmv1724p

Twitter: @ksmepui

LinkedIn: linkedin.com/company/ksmepui


Temui kami di

Sekretariat KSM EP UI, Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Lantai 2, Kampus Universitas Indonesia, Depok, 16425