Prestasi dan Kehadiran Anak dengan  Down Syndrome

 

Down Syndrome adalah gangguan genetika pada susunan kromosom yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar dan ciri-ciri fisik tertentu. Meskipun Down Syndrome tidak dapat dicegah dan disembuhkan, namun dengan dukungan dan perhatian yang maksimal, manusia dengan Down Syndrome  dapat hidup dengan bahagia.

Menurut sebuah jurnal pediatri, pada tahun 2016 tercatat ada setidaknya 300 ribu kasus Down Syndrome di Indonesia. Tak jarang mereka yang mengidap Down Syndrome mendapatkan penolakan sosial dan juga diskriminasi. Hak sebagai warga negara Indonesia dan juga HAM sering kali tidak mereka dapatkan dan luput dari perhatian publik. Namun, hal tersebut tidak menutup kesempatan bagi mereka untuk berprestasi dan berkarya.

Down Syndrome

Seorang warga negara Indonesia dengan Down Syndrome  bernama Stephanie Handojo tercatat berulang kali mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional khususnya bidang olahraga renang. Dengan keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental yang ia alami, Stephanie tetap mampu menyabet 2 emas di Singapore International Swimming Championship dan medali emas di Special Olympic Games 2011.

Stephanie boleh sombong, dari 12 juta anak di dunia ia terpilih untuk membawakan obor Olimpiade London 2012. Tak hanya itu, Stephanie bahkan mencatatkan namanya di rekor MURI sebagai penyandang Down Syndrome  pertama yang memainkan 22 lagu tanpa henti menggunakan piano.

Selain Stephanie, ada lagi anak dengan Down Syndrome  yang namanya tercatat di rekor MURI. Ia adalah Michael Rosihan Yacub. Michael tercatat sebagai pemain golf profesional pertama di Indonesia yang menyandang Down Syndrome. Dengan IQ yang hanya sekitar 40, ia mampu menoreh prestasi dengan meraih medali dari cabang renang dan atletik.

Di kancah internasional, seorang gadis dengan Down Syndrome  bernama Lauren Potter menggelitik stereotip masyarakat mengenai fisik sempurna yang dimiliki pemain film Hollywood. Lauren pernah berperan dalam serial drama Glee memainkan peran seorang cheerleader. Di Spanyol, Angela Bachiller mungkin menjadi satu-satunya orang di dunia yang mengidap Down Syndrome  dengan berprofesi sebagai anggota dewan di parlemen Spanyol sejak tahun 2013.

Keberhasilan mereka dalam berbagai prestasi dan karya patut kita apresiasi atas usaha yang mereka lakukan dalam berbagai keterbatasan yang ada. Namun tak luput kita sepatutnya juga mengapresasi usaha dan perjuangan orang-orang di sekitar pengidap Down Syndrome . Berkat dukungan merekalah, pengidap Down Syndrome  mampu menjalani kehidupan yang layak dan bahagia. Berkat dukungan dan dorongan semangat dari ibunya, Stephanie mampu melewati masa-masa trauma tenggelam di kolam renang. Dengan diberi kepercayaan untuk membeli kebutuhan di supermarket, Michael mampu menumbuhkan kepercayaan dirinya dan semangat untuk belajar suatu hal.

Anak-anak dengan Down Syndrome  mungkin pada umumnya tidak bisa menerima pendidikan formal layaknya anak-anak yang lain. Kenyataannya, mereka adalah anak yang mampu dilatih, bukan mampu dididik. Pasalnya, mereka memerlukan pelatihan secara intens dan sistematis dari orang-orang disekitarnya termasuk masyarakat sekitar.

Tak hanya pelatihan, anak-anak dengan Down Syndrome perlu mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan peran dalam dunia sosial. Dr. Cynthia Arnold, seorang psikolog khusus anak di Portland menyatakan bahwa memiliki role model di segala bidang akan membuat anak-anak berkebutuhan khusus lebih bisa menyesuaikan diri untuk mengembangkan kemampuannya hidup normal.

Uniknya, Disney pernah dipetisi untuk membuat karakter putri Disney dengan karakter Down Syndrome. Petisi ini telah ditandatangani oleh 98.852 pendukung. Hadirnya representasi anak-anak berkebutuhkan khusus di berbagai sektor akan membuka pandangan masyarakat bahwa dalam keadaan apapun, seseorang tidak sepatutnya mendapatkan sikap dan perilaku diskriminasi. Dengan semakin terbukanya kesempatan di berbagai sektor, anak-anak berkebutuhan khusus akan memiliki berbagai pilihan untuk masa depannya.

Sumber Rujukan

  • Ikatan Sindroma Down Indonesia. Profile Michael Rosihan Yacub. http://www.isdi-online.org/id/informasi/cerita-saya/23-michael-rosihan-yacub.html
  • Hardoko, Evan. 2016. Stephanie Handojo, Penyandang “Down Syndrome” Berprestasi Dunia. http://megapolitan.kompas.com/read/2016/02/14/09362021/Stephanie.Handojo.Penyandang.Down.Syndrome.Berprestasi.Dunia?page=all
  • Global Down Syndrome Foundation. http://www.globaldownsyndrome.org/glee-debuts-third-character-with-down-syndrome/
  • Mills, Goerge. 2013. Spain’s Down Syndrome Councillor Makes History. https://www.thelocal.es/20130729/spain-first-down-syndrome-councillor
  • Rosa, Shannon Des Roches Rosa. 2012. Why Austic Students Need Autistic Role Models : Interview with Dr. Cynthia Arnold. http://www.thinkingautismguide.com/2012/08/why-autistic-students-need-autistic.html
  • Forum Ilmiah Kesehatan Anak. 2016. Down Syndrome: Deteksi Dini, Pencegahan dan Penatalaksanaan. https://jurnalpediatri.com/2016/06/11/down-syndrome-deteksi-dini-pencegahan-dan-penatalaksanaan/
  • Ott-dahl, Keston. Ask Disney to represent children with Down Syndrome in its animated movies. http://www.thepetitionsite.com/988/470/737/ask-disney-and-mattel-to-represent-children-with-down-syndrome-in-their-animated-movies/?z00m=22180897

 

Penulis: Irsyad Hadi Prasetyo, Anggota Departemen Kajian, Ilmu Administrasi Fiskal, FIA, 2016.
Penyunting: Riski Vitria NingsihPengurus Inti, Psikologi, FPsi, 2014.
Ilustrasi gambar: Yuhana Kinanah, Anggota Departemen Media, Informasi, dan Penerbitan, Farmasi, FF, 2016.