Kesetaraan, Cuy!

Kesetaraan? Apa yang Anda pikirkan ketika membaca kata ini? Bagiku, ini adalah sebuah kata yang begitu abstrak dan tak pernah kulihat dalam hidupku, tapi anehnya semua manusia yang tersebar di permukaan bumi menginginkan hal ini terjadi padanya.

Manusia. Makhluk yang selalu penuh harapan walau harapannya lebih banyak merugikanya. Berbicara tentang rugi, akupun tak mengerti apa itu rugi. Mungkin hanya sebuah kata yang terdiri dari empat huruf tak bernilai apapun sampai akal manusia memberikan nilai pada kata tersebut. Berbicara tentang nilai, hal tersebut tak pernah mutlak. Dapat berubah sewaktu-waktu.Kesetaraan, Cuy!Di sebuah benua yang terdiri dari sebuah negara. terdapat sebuah gagasan dasar yaitu kerja. Kerja adalah sebuah harapan aktivitas tingkat kedua bagi perempuan, yang pertama tentunya adalah rumah, anak, dan suaminya (Martin and Richmon 1968). Tapi paham ini lama kelamaan berubah secara perlahan. Lambat laun, perempuan dapat mengambil pekerjaan laki-laki. Kemudian berkembanglah sebuah pola pemikiran bahwa “equal pay for equal work”. Tanpa diuji layaknya sebuah hukum, kata-kata itu mulai menjadi kebenaran untuk banyak manusia.

Dalam konsep tersebut kita dapat mengetahui bahwa yang menjadi faktor terikatnya adalah hasil dari pekerjaan. Hasil dari pekerjaan itu memiliki sebuah nilai. Nilai itu berharga sama untuk siapapun yang akan mengambil pekerjaan tersebut.

Data menunjukkan, bahwa sampai saat ini jumlah laki laki bekerja dibandingkan perempuan bekerja di dunia adalah 3:2 (World Development Indicators, 2011). Perbandingan ini begitu besar. Data ini mengartikan masih banyak perempuan yang masih menggantungkan hidupnya pada diri laki-laki. Fakta ini akan menjadi sebuah ironi ketika gaji disamakan atas sebuah pekerjaan namun tanggung jawab yang dimiliki kedua jenis jenis kelamin tersebut berbeda. Seyogyanya, keadilan dapat terjadi ketika jumlah tanggungan mereka sama atau nyaris sama. Tapi hal itu akan merumitkan sebuah perusahaan jika menggaji pekerjanya dengan mendata dahulu jumlah tanggungan mereka sementara pekerjaan yang mereka lakukan tetap.

Melihat dari sudut pandang tanggungan juga tidak sepenuhnya benar. Ada faktor lain, yaitu biologisnya. Tubuh laki-laki dan perempuan tampak luar maupun tampak dari organ dalam tidak sepenuhnya sama dan hal itu akan memberikan pengaruh pada kekuatan dan mungkin kemampuan yang ia miliki.
Sama bukan berarti setara. Banyak hal di dunia ini yang memiliki angka hampir sama atau bahkan sama padahal keduanya berbeda. Mencoba menyamakan dua buah hal yang sesungguhnya berbeda adalah sebuah kemunafikan. Sekadar memberikan informasi jika kau percaya Tuhan, kemunafikan adalah hal yang dibenci Tuhan.

Kita adalah makhluk berbeda, menginginkan setara adalah hal yang wajar, tapi setara tidaklah harus sama. Setara mungkin adalah sebuah hal yang ideal, tapi keadaan ideal tak pernah ada dan mungkin jika ada aku telah tiada, atau kau telah tiada, atau kita berdua masih ada atau kita berdua telah tiada. Ideal adalah hal yang abstrak bagiku, tapi abstrak bukan berarti hal yang buruk, dan jikapun itu berarti buruk, tenanglah itu hanya sebuah nilai dalam akalmu.

Penulis: M. Mahdi Ramadhan, Anggota Departemen Kajian, Fisika, FMIPA, 2015.
Penyunting dan ilustrasi gambar: Puji P. Rahayu, Pengurus Inti, Ilmu Hubungan Internasional, FISIP, 2014.