Kelahiran, Keteladanan, Peringatan

Lahirnya Pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623 SM merupakan salah satu dari tiga hal penting yang diperingati dalam perayaan Hari Waisak. Hari Waisak tahun ini diperingati pada Kamis, 11 Mei 2017 dan merupakan hari libur nasional. Hari Trisuci Waisak mengingatkan pada tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu: kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, dan kemangkatan beliau (wafat). Tiga peristiwa suci itu terjadi pada hari purnama sidi, bulan Waisak atau bulan Mei, dengan tahun berturut-turut 623 SM, 588 SM, dan 543 SM. Buddha yang dilahirkan sebagai putra mahkota Kerajaan Kapilavatthu, di India Utara, mencapai Pencerahan Sempurna di Bodhgaya, dan mangkat Pari-nibbana di Kusinara, India. Dan bahwa Hari Waisak dimaknai oleh umat Buddha sebagai peneladanan atas kehidupan Sang Buddha.

Attach (8)
Sedangkan umat Kristiani memperingati tanggal kelahiran Yesus Kristus pada tanggal 25 Desember setiap tahunnya yang biasa disebut Hari Natal. Memang secara etimologi bahwa kata natal berasal dari bahasa portugis yang berarti hari kelahiran. Dalam perkembangannya, tanggal kelahiran Yesus Kristus menjadi suatu peringatan bagi kerohanian umat Kristiani dan juga berkembang menjadi budaya serta nilai dalam masyarakat misalnya hari natal identik dengan reuni keluarga atau saling berbagi hadiah. Di lain sisi ada perdebatan atas perbedaan pendapat serta interpretasi atas tanggal kelahiran Yesus Kristus yang mana menyebabkan ada beberapa ajaran Kristen yang memperingati tanggal kelahiran Yesus Kristus pada tanggal yang berbeda, misalkan Kristen Ortodoks yang merayakan Natal pada tanggal 7 Januari.

Begitu pula dengan umat Islam yang memperingati serta merayakan tanggal kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW atau yang biasa disebut dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Secara etimologi, istilah maulid berasal dari bahasa Arab yang berarti kelahiran. Maulid Nabi dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 12 Rabiul Awal (tahun Hijriyah). Perayaan ini menjadi tradisi dan berkembang luas dalam masyarakat dan kehidupan umat Islam dari berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Namun tidak semua umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW atas dasar kepercayaan dan keyakinan masing-masing.

Ketiga contoh peringatan tanggal kelahiran tokoh yang dihormati di atas merupakan peringatan setiap tahunnya bagi masyarakat atau umat pengikutnya untuk tetap menjalankan hidup sesuai dengan suri tauladan yang diajarkan oleh para tokoh masing-masing. Dalam perkembangannya, masyarakat Indonesia mulai meneladani beberapa tokoh pahlawan nasional dengan merayakan tanggal kelahiran mereka setiap tahunnya sebagai peringatan atas perjuangan yang diwariskan hingga kini.

Salah satunya adalah R. A. Kartini. Tanggal kelahirannya masih diperingati setiap tahunnya sebagai peringatan serta perayaan atas perjuangan persamaan hak bagi perempuan setelah Hari Kartini ditetapkan oleh Presiden Soekarno dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 tahun 1964. Begitu pula dengan Ki Hajar Dewantara, tanggal kelahirannya pada 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional sesuai dengan SK Presiden RI No. 305 tahun 1959 sebagai salah satu bentuk penghargaan dan penghormatan atas lahirnya tokoh pejuang pendidikan Indonesia.

Namun bagi tokoh besar proklamator Indonesia, Soekarno, terdapat polemik mengenai tanggal kelahiran beliau bahkan tempat kelahiran beliau. Muncul perbedaan pendapat atas bukti pasti yang menunjukkan tangga kelahiran ataupun tempat kelahiran beliau. Soekarno sendiri mengaku lahir pada 6 Juni 1901 di Surabaya, yang terungkap dalam biografi Soekarno yang ditulis Cindy Adams, Soekarno Penyambung Lidah RakyatI (cetakan pertama 1965). Meski begitu, bukti dokumen berdasarkan buku induk mahasiswa Technische Hogeschool (kini Institut Teknologi Bandung), Soekarno tercatat lahir di Surabaya pada 6 Juni 1902. Ditambah bahwa versi yang selama ini beredar pada era Orde Baru menyebut Soekarno lahir di Blitar, Jawa Timur yang mana juga sempat disebutkan dalam pidato Presiden Joko Widodo dalam peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2015 di Blitar. Menurut beberapa sejarawan misalnya Peter Kasenda, hal ini merupakan tindakan Orde Baru yang sengaja mengaburkan sejarah Soekarno demi kepentingan politk. Meskipun begitu, PDI-Perjuangan yang mengklaim sebagai pewaris ideologi Soekarno menjadikan Juni sebagai Bulan Bung Karno sebagai bulan yang memperingati perjuangan Soekarno yang diteruskan hingga kini.

Sumber Rujukan:
Mahathera, Jotidhammo. Makna dan Renungan Waisak, Tiga Peristiwa Suci.
http://print.kompas.com/baca/nusantara/2015/06/02/Makna-dan-Renungan-Waisak%2c-Tiga-Peristiwa-Suci (diakses pada 7 Mei 2017)
History. Christmas in Depth: History of Christmas. http://www.history.com/topics/christmas/history-of-
christmas (diakses pada 7 Mei 2017)
Nahdlatul Ulama. Maulid Nabi Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah. http://www.nu.or.id/post/read/
73506/maulid-nabi-perspektif-al-quran-dan-sunnah (diakses pada 7 Mei 2017)
Said, Julinar. Triana Wulandara. “Ensiklopedia Pahlawan Nasional”. Sub Direktorat Sejarah, Direktorat
Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayan. 1995
Galih, Bayu. http://nasional.kompas.com/read/2016/06/06/06530201/6.juni.
dan.polemik.tanggal.lahir.soekarno.putra.sang.fajar (diakses pada 7 Mei 2017)
Galih, Bayu. http://nasional.kompas.com/read/2016/06/06/10534211/surabaya.
atau.blitar.politisasi.terkait.kota.kelahiran.soekarno. (diakses pada 7 Mei 2017)

Penulis: Irsyad Hadi Prasetyo, Anggota Departemen Kajian, Ilmu Administrasi Fiskal, FIA, 2016